Penjajah Indonesia

Situs Sejarah Indonesia

Sejarah Republik Indonesia Serikat ( RIS ) 1949-1950

Sejarah Republik Indonesia Serikat ( RIS ) 1949-1950 Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar antara Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan dari PBB. RIS dikepalai oleh Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta.

Sejarah RIS diawali adanya Agresi Militer Belanda II yang terjadi pada tanggal 19 Desmber 1948.  Kejadian tersebut bermula dengan diserangnya Yogyakarta selaku ibu kota Indonesia oleh Belanda, serta adanya penangkapan terhadap Soekarno, Moh. Hatta, Sjahrir dan tokoh – tokoh lain. Jatunya ibu kota Indonesia ke tangan Belanda mengharuskan Indonesia membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.

Akibat adanya Agresi Militer Belanda II, dunia internasional mengecam tindakan Belanda terutama pihak Amerika Serikat yang mengancam menghentikan bantuan kepada Belanda. Akhirnya Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Mei 1949 diselenggarakan pertemuan antara Republik Indonesia dan Belanda yang menyepakati Perjanjian Roem Royen.

Konferensi Meja Bundar dan Terbentuknya RIS
Pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949 diadakanlah Konferensi Meja Bundar yaitu sebuah pertemuan antara Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda yang diprakarsai oleh UNCI. Konferensi Meja Bundar dihadiri oleh delegasi dari RI, BFO dan Belanda.

Pada tanggal 4 Agustus 1949, pemerintah Indonesia membentuk delegasi untuk mengikuti Konferensi Meja Bundari yang terdiri dari Drs. Moh. Hatta (Ketua), dan anggota diantaranya Mr. Moh. Roem, Prof. Dr. Supomo, dr. J. Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo, Ir. Djuanda, dr. Sukiman, Mr. Suyono Hadinoto, Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Karim Pringgodigdo, Kolonel TB Simatupang dan Mr. Muwardi.

Delegasi BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Kesultanan Pontianak sedangkan dari Belanda dipimpin J.H. van Maarseveen. Yang menjadi penengah dalam Konferensi Meja Bundar adalah wakil dari UNCI yang terdiri dari Critley, R. Heremas, dan Merle Conhran.

Updated: August 12, 2018 — 2:02 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penjajah Indonesia © 2018 Frontier Theme
error: Content is protected !!